by Ari Temkin
The Ray Allen shot soaked the net, the NBA Champion Larry O’Brien trophy was wheeled away, and when the dust finally settled, the greatest franchise in professional sports had fallen hard. But the story of the failed championship of the 2012-2013 San Antonio Spurs really begins the year before.
Artikel ini membahas kemungkinan masa depan Mason Mount, gelandang Chelsea, setelah kontraknya berakhir. Mount menjadi incaran beberapa klub besar, seperti Bayern Munich dan Liverpool, karena dia memiliki potensi untuk mematuhi peraturan financial fair play. Mount bisa mendapatkan peran yang fleksibel di bawah manajer Bayern Thomas Tuchel, meskipun dia harus bersaing dengan pemain muda seperti Jamal Musiala. Mount dapat memainkan peran penting di lini tengah Liverpool dan membantu tim tetap kompetitif. Klub-klub Inggris seperti Tottenham dan Newcastle juga menunjukkan ketertarikan. Situasi dan pilihan saat ini akan sangat memengaruhi keputusan Mount untuk tinggal di Chelsea atau pindah.
The Western Conference appeared to have made a Magic Johnson and Michael Jordan type of changing of the guard in 2011-2012. The Oklahoma City Thunder, boasting three of the NBA’s top 15 players (all under the age of 23), had dispatched of the older and broken down San Antonio Spurs in the Western Conference Finals. The Spurs glory days of four championships in nine years were about to give way to Kevin Durant, Russell Westbrook and James Harden.
Things can change quickly though, especially with a small market team clinging to competitive life, precariously close to the luxury tax threshold. For context, the big market Los Angeles Lakers recently inked a 20-year deal with Time Warner Cable that will net the organization $3 billion in its television deal alone. The Thunder clear around $15 million annually in its current deal with Fox Sports Oklahoma.
Artikel ini membahas perjuangan Napoli yang menakjubkan untuk mencapai semifinal Liga Sepak Bola Eropa. Sepanjang turnamen, tim yang dipimpin oleh pelatih Luciano Spalletti bermain dengan sangat baik dan mengalahkan tim-tim kuat untuk mencapai babak ini. Napoli berhasil bukan hanya karena kemampuan pemain individunya, tetapi juga karena strategi tim yang kuat dan kerja tim yang baik di lapangan. Penampilan gemilang Victor Osimhen dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi perhatian besar, yang masing-masing membantu tim mencetak gol penting. Napoli menganggap semifinal ini sebagai momen bersejarah karena menandai kembalinya mereka ke kompetisi Eropa setelah lama tidak bermain di level ini. Sekarang, pecinta sepak bola menantikan langkah selanjutnya yang akan diambil Napoli dalam upaya mereka untuk meraih gelar yang telah lama didambakan.
The Thunder, wanting to stay underneath the luxury tax, unloaded Harden. They opted instead to keep the cheaper Serge Ibaka. Without Harden, Oklahoma City boasted the top record in the Western Conference, but a devastating knee injury to point guard Russell Westbrook ended their 2013 post season prematurely.
It’s hard to say if any team in the history of sports has come as close to winning a championship as the 2012-2013 San Antonio Spurs.
Artikel ini membahas pertandingan semifinal Liga Champions di leg kedua antara Villarreal dan Liverpool yang akan berlangsung pada 3 Mei 2022. Setelah memenangkan pertandingan pertama dengan skor 2-0, Liverpool dianggap memiliki keunggulan untuk melaju ke final. Meskipun memiliki rekor kemenangan di kandang, Villarreal harus melakukan comeback yang signifikan untuk membalikkan keadaan. Sementara Liverpool akan menurunkan kembali pemain penting seperti Mohamed Salah dan Thiago Alcantara, pelatih Unai Emery menyambut kembalinya Gerard Moreno. Menurut prediksi pertandingan, Villarreal harus mencetak minimal dua gol untuk memiliki peluang, tetapi Liverpool dianggap memiliki keunggulan yang lebih besar untuk menang dan masuk ke final. Sehubungan dengan masalah besar yang mereka hadapi, pasar taruhan menunjukkan bahwa Villarreal tidak difavoritkan.
Read more in the November 2013 issue of S.A. Scene.
















